Pagi ini saya baru saja terbangun dari sebuah mimpi yang manis. Tidak bisa dikatakan indah, namun cukup manis (a sweet dream kalo kata orang bule, kali ya). Saya tertidur tanpa sadar ketika komputer masih menyala di awal hari tadi. Ketika saya sadari, jarum pendek jam dinding menunjuk angka empat. Setelah menghabisi komputer saya tidur lagi. Kali ini dengan selimut membungkus tubuh. Dan kali ini dengan mimpi.
Dia masih seperti dulu. Masih seperti ketika pertama saya jumpa dengannya. Masih dapat kulihat rambutnya yang tergerai di bahunya. Masih dapat kulihat bando putih di kepalanya. Masih kulihat seragam putih abu-abu dipakainya. Masih dengan tawanya yang khas. Masih dengan matanya yang meneduhkan. Masih dengan suaranya yang tergambar jelas di kepala ini.
Rupanya memori tentang dia masih membekas pada diri saya, walaupun sudah berulangkali saya bersikukuh menyangkal pada teman-teman yang menanyakan perasaan saya padanya kini. Saya selalu bilang pada mereka kalau saya sudah melupakan dia, dan dia kini tak lebih dari bagian masa lalu saya. Sebuah kisah “kasih yang tak sampai” (kayak lagu Padi, yah).
Namun mengapa di mimpi tadi saya begitu gembira bisa melihat wajahnya lagi? Mengapa hati saya bergejolak ketika dia mengajak saya pergi berdua dengannya? Dan mengapa saya begitu enggan beranjak dari tempat tidur ketika mimpi itu berakhir? Pertanyaan-pertanyaan ini terus membayangi saya.
Sebuah lagu yang mengingatkan saya tentangnya:
She’s a pretty girl. She’s always falling down.
And I think I just fell in love with her,
But she won’t ever remember, remember.
And I can always find her at the bottom of a plastic cup.
Drowning in drunk sincerity.
A sad and lonely girl.
Quit crying your eyes out.
Quit crying your eyes out and, Baby come on.
Isn’t there something familiar about me?
The past is only the future with the lights on.
Quit crying your eyes out, Baby.
And she said,
I think we’re running out of alcohol. Tonight, I hate this fucking town.
And all my best friends will be the death of me,
But they won’t ever remember, remember.
So please take me far away, before I melt into the ground.
And all my words get used against me.
This sad and lonely girl.
Quit crying your eyes out.
Quit crying your eyes out and, Baby come on.
Isn’t there something familiar about me?
The past is only the future with the lights on.
Quit crying your eyes out, Baby.
Quit crying your eyes out.
Quit crying your eyes out and, Baby come on.
Isn’t there something familiar about me?
The past is only the future with the lights on.
Quit crying your eyes out.
Isn’t there something familiar about me?
Quit crying your eyes out.
The past is only the future with the lights on.
So quit crying your eyes out, Baby.
“Baby Come On” oleh +44
Recent Comments