07
Nov
09

#078 akhirnya 100 juga!

Hahaha… ga nyangka akhirnya saat-saat ini tiba juga. Postingan di blog ini akhirnya sampai juga di angka seratus. Sungguh sebuah perjalanan yang panjang, lebih-lebih untuk saya yang tidak memiliki dasar keahlian menulis dan bercerita. Dengan modal hanya nekat, laptop, dan Speedy (terima kasih PT.Telkom!) saya rasa pencapaian ini cukup fantastis untuk saya.

Oh ya, kebetulan sudah dua hari ini saya kembali memakai OS buatan Apple, yaitu Mac OS X Leopard. Sebenarnya kembalinya saya ke OS ini pada awalnya hanyalah sebuah keisengan belaka, sambil menunggu unduhan Ubuntu Karmic Koala selesai dan diinstal di laptop. Sungguh, saya ngebet banget kepingin mencoba Ubuntu yang baru rilis kurang lebih seminggu yang lalu ini. Karena konon, menurut review-review yang bertebaran di jagat maya, sistem operasi keluaran baru dari Canonical ini menerapkan banyak sekali perkembangan signifikan dari versi-versi sebelumnya.

Namun ketika Leopard telah terinstal di laptop (dengan segudang masalah dan satu malam begadang) saya malah keenakan dengan sistem operasi ini. Memang, tak salah kini banyak pengguna komputer beralih menggunakan produk-produk Apple (walaupun saya sangsi mereka mengejar softwarenya, alih-alih hanya menginginkan segi gaya dan prestisenya saja), karena memang peranti lunak buatan mereka menomorsatukan kemudahan. Microsoft boleh saja mengklaim bahwa sebagian besar penduduk dunia menggunakan Windows, namun saya membayangkan apa yang akan terjadi seandainya dulu mereka tidak melakukan monopoli (Kasus IE, Office, dll) dan seandainya harga produk-produk Apple sedikit “merakyat”. Hmmm….

Dan kemarin malam, saya akhirnya sukses menginstal Leopard di laptop dan Desktop PC di rumah. Memang, “pemaksaan instalasi” ini berujung pada beberapa perangkat keras yang ogah berfungsi. Di laptop driver wireless-nya konflik dengan ethernet bila diinstal. Sementara di PC VGA-nya tidak bisa dimaksimalkan (dengan Quartz Extreme). Namun alhamdulillah, selain masalah itu yang lainnya lancar jaya berjalan dengan mulus. Hehehe… Kini laptop saya sudah bisa menampilkan efek-efek khas Leopard (yang sebenarnya sudah bisa ditiru dengan mirip oleh Compiz-Fusion, sih) seperti Dasboard, Expose, dan Spaces. Walaupun bukan hal yang baru bagi saya, tapi tetap saja perasaan puas tak dapat disembunyikan oleh saya yang langsung merayakannya dengan bermain futsal tadi siang (kok ga nyambung ya?).

Ah iya, jadi ingat deh dengan futsal tadi siang. Kaki saya terkilir nih. Kalo atlet-atlet kayak Messi dan Aguero kan pada sering tuh cedera tulang telapak kaki. Nah, saya juga mengalami hal yang sama tadi siang. Tiba-tiba, selagi asik membawa bola, telapak kaki saya terasa sakit sekali. Rasanya seperti terlipat. Tak kuat dengan rasa sakitnya, sayapun keluar dari lapangan futsal. Bergabung dengan Idwan yang sebelumnya telah saya cederai (tabrakan sih tepatnya). Sampai sekarang, sakitnya masih terasa. Kalo dirasa-rasa sih sepertinya malah makin parah dan menjadi-jadi. Ah, jadi ingin tidur.

Besok mesti jalan-jalan lagi nih, buat tugas seminar. Ah, malas ah. Pengennya sih hari minggu itu diisi dengan berleha-leha di rumah. Makan, main, nonton, baca, denger musik, nonton film, tidur. Ahahaha… Tapi apa dayaku. Masa mau kuliah lama-lama. Yo ayo ah, ayo Persib Bandung. Eh, maksudnya ayo semangat ngerjain tugas.

Minggu depan rencananya beli CD lagi ah. Mungkin Sherina, mungkin Gita Gutawa. Enak juga rupanya lagu-lagu mereka. Atau kuping saya udah semakin “ngepop” ya? Dulu sih nyaris mustahil saya ngedengerin lagu-lagu pop macam mereka. Tapi sekarang entah kenapa telinga saya lebih “toleran” terhadap genre-genre yang sebelumnya saya “musuhi”. Ah ah ah… udah tua kali ya saya ini… Padahal wajah masih sering disangka maba (mahasiswa baru) nih. Hihihi.

Wah makin lama tulisan ini makin ga jelas. Udahan dulu aja ah. Besok (mungkin) disambung lagi.


0 Responses to “#078 akhirnya 100 juga!”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply




Authors

Categories

Twitter